Possitive Thinking Obat Utama

Setelah konsumsi diphten selama 5 hari sejak mens hari 3, diharapkan sel telur berkembang normal karena dipthen berfungsi merangsang pertumhuhan sel telur secara mandiri. Namun, dicek hari ke 8, kembali konsultasi dengan dokter amang, sel telur tidak berkembang. Masih 9mm di sebelah kiri dan 4 telor kanan kecil2 semua….huuuufftttt

Kaget dan sedihnya makin bertambah kala itu dengan berita yang disampaikan bahwa ada hydrosalphing di sebelah kiri saluranku (tuba falopii) …. Hydrosalphing adalah melebarnya saluran telur oleh karena adanya peradangan, infeksi atau luka yang disebabkan banyak faktor. Untuk lengkapnya tentang hal itu silahkan ke

Pangas saja beberapa hari belakangan ini ada rasa sakit berdenyut di perut bawah kiriku. Aku kira itu sakit biasa akibat proses hydrotubasi sebulan lalu. Ternyata eh ternyata ada luka peradangan. Jadi ingat istrinya kyai solmednyang dioperasi pengangkatan satu saluran itu. Jadi sediiiiiiiih rasanya waktu itu. Suamiku juga agak terkejut dan terdiam. Dokter minta untuk dievaluasi 1 bulan lagi. Artinya penundaan inseminasi. Tapi kami tidak mufakat, dan meminta masukkan dokter, apabila inseminasi tetap dilakukan dengan adanya hydrosalphing ini apakah akan dijamin gagal? Karena dokter mempetimbangkan faktor waktu dan biaya serta berkata “okeh, kita blind saja. Kita akan lihat perkembangannya ke deoan”.

Alhasil dilanjutkan tindakan berikutnya, yaitu disuntik Gonal selama 4x yaitu hari ke 9-12 dan evaluasi hari ke 13. Di hari ke 13 itu harus suntik ovidrel, pemecah telur, dan esoknya inseminasi…. sipp… demikianlah jadwal disepakati…. dan ternyata……

1. Menyikapi Hydrosalphing

Bersama suami sepakat untuk minum herbal china saja. Karena sepanjang siang sampai malam sudah puas menangis, emosi tinggi, kalut dll, maka diputuskan besok ke Ban Seng Tong untuk cari obat yang cocok. Setelah bertanya secara detil dengan pihak toko obat maka diberikan satu butir obat cukup gede juga dibungkus dalam plastik dengan kotak luar emas karton bertuliskan huruf china tapi ada tulisan latin Babaudan. Harganya 370 ribu. Obat itu nanti ditumbuk jadi halus dimasukkan dalam kapsul jadi 6 bh dimihum 3x sehari. Harus ada jeda 2-4 jam dengan obat2an dokter. Dibelilah 2 obat untuk konsumsi 4 hari. Total ada 12 kapsul.
Setelah minum 8 kapsul, tepat jadwal evaluasi, maka pada Hari senin 3 desember pergilah kami ke clinic diperiksa oleh dokter MM, perempuan dokter yang masih sangat muda. Dia standby sementara dr amang cuti. Daaaaan….huuuuuffffht…. hasilnya adalah… telur kiri hanya 16 mm dan 14 mm dan yang kanan rata2 cuma 14 mm…. huaaaaa :(    mustihya minimal 18 mm
Eksekusi dengan 1 gonal lagi, total 5 gonal.
Btw busway…. dokter MM sangat tidak cocok dengan seleraku. Selain kasar dan kurang sabar dalam melaksanakan USG Trans Vaginal, doi nampak sekali belum menguasai prosesi iji. Banyak nanya sama susternya gitu laaahh… hadeh…

Gonal tambo ciek deh….dan besoknya diperiksa lagi. Implikasi dari situasi ini adalah tunda ovidrel dan jadwal insem sehari….

2. Menyikapi Sel Telur yang Tidak Berkembang

Kalut dan bingung, tapi harus dihadapi. Setelah tambahan gonal disore hari pada h12, h13 pagi datang cek lagi, dan berkembangnya telor sampai di angka 17 mm saja…. haduuuuh…. gonal lagi kah? ?????   
Disepakati sore jam 5 diperiksa ulang oleh dokter unggul.
Sepulang dari klijik, kami mampir ke Giant Supermarket. Dengan modal pengetahuan dari bongkar info di internet, maka kami belanja tauge pendek, minuman kacang ijo, juice sari buah bit, dan lemonade.
Kublender halus tauge sekitar 2 ons, kusaring, dan kumasukkan 200cc juice buah bit, langsung kuminum. MENGAPA?
Kandungan di dalam tauge yang kaya akan vit e, juga ia memiliki kandungan yang mirip dengsn horkon estrogen gitu deh. Sedang buah bit merah kaya akan b1, b2 dan bkompleks n vit c.
Juice taugeku kuminum jam 11.
Vitazetku jam 12
Folafit dan lycoxy jam 2
Kacang ijo setiap 1 jam …

Jam 5 kembali ke klinik dan diperiksa oleh dr unggul yang informatif, ceria, konyol dan ramah, plussss gaulll baanget. Suamiku langsung jatuh cinta dgn dokter ini… :-)….
Hasil periksa…..
Sel telur kanan yang tadinya dikatakan kecil tidak berkembang dan selama ini dicuekin keberadaannya melaju ke angka 18 dan 21 mm….. Praise the Lord
Yang kiri tidak dilihat lagi, karena yang kanan sudah cukup baik.
Ketebalan rahim 9mm, yg minimal 8mm. Puji Tuhaaaaan… :-)
Maka sang dokter langsung sarankan ovidrel, jangan sampai telur keburu pecah.
Karena harus suntik jam 11 malam, maka ovidrelnya kumasukkan sendiri ke perutku disaksikan suami yang ngeri…. heheee….

Hari ini … sambil menulis blog ini, dengan sayup2 suara suami, mama dan papa yang bersih2 kamar bawah unukku bisa total bed rest, maka aku taknhentinya bersyukur kepada Tuhan di tempat yang Mahatinggi.
Hari inseminasi yang kami tunggu akan terjadi esok….
Semuanya kembali pada LORD JESUS… belas kasihanMU biarlah menjadi kekuatanku…

Besok….jam 9… inseminasi
GOD BLESS this journey…..